Korban Penipuan Trading Kripto Seret Nama Timothy Ronald Bongkar Ancaman Lewat DM, Isinya Bikin Merinding

2026-01-20
Gambar Berita
Dugaan praktik intimidasi terhadap korban Akademi Crypto semakin mengemuka.

Pegiat media sosial Adam Deni yang juga jadi korban mengungkap, ancaman demi ancaman disebut menjadi alasan banyak korban memilih bungkam dan takut melapor ke polisi.

Baca Juga : Jejak Karier Timothy Ronald, Sosok 'Raja Kripto' yang Kini Terseret Dugaan Kasus Penipuan Adam Deni menyebut, dugaan pengancaman itu dilakukan langsung oleh pendiri Akademi Crypto, Timothy Ronald, bersama rekannya Kalimasada. Ancaman disampaikan melalui pesan langsung atau direct message (DM) media sosial, menyasar para korban yang mulai bersuara atau mempertanyakan aktivitas Akademi Crypto. Untuk memperkuat pernyataannya, Adam Deni menunjukkan selembar kertas berisi hasil cetak tangkapan layar percakapan antara sejumlah korban dan Timothy.

Baca Juga : Rekening Dibobol Scammer, Saldo Dokter di Medan Rp 2 Miliar Raib Dalam percakapan tersebut, Timothy terlihat mengirimkan foto-foto sejumlah ruangan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda, yang diduga digunakan sebagai bentuk tekanan psikologis. "Jenis pengancaman yang biasa dilakukan sama TR ini isi dari DM X, akunnya dia langsung. Ketika dia berada di Polda Metro difoto, dia melakukan intervensi. Nah ini kan capture-an di DM ya. Ini foto asli," ucap Adam Deni dikutip Selasa, 20 Januari 2026. Baca Juga : Waspada Indonesia!

Fraud Digital makin Brutal Adam Deni mengakui, praktik intimidasi tersebut telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, ancaman kepada para korban sudah dilakukan sejak tahun lalu. Seluruh percakapan bernada intimidatif itu kini dikumpulkan dan dilampirkan sebagai barang bukti dalam laporan ke kepolisian. "Ini sering dipakai sama dia. 'Ya kita lihat gaya lu nanti kayak gimana'. Pamer lagi foto, nah ini foto aslinya," ujar Adam Deni. Lebih jauh, Adam Deni mengungkap bahwa sebelum para korban memberanikan diri membuka suara terkait dugaan penipuan Akademi Crypto, tekanan dan teror sudah lebih dulu mereka rasakan. Tak sedikit korban yang mengaku akunnya diblokir setelah menyampaikan protes atau kritik terhadap pihak Akademi Crypto. "Yang ke Younger baru banget kejadian kemarin di Instagram ada teror.

Itu sudah kita screenshoot juga, udah kita jadiin (barang bukti)," kata Adam Deni. Sebelumnya diberitakan, dugaan penipuan berkedok trading kripto menyeret nama besar ke ranah hukum.

Seorang korban resmi melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya setelah mengaku mengalami kerugian fantastis akibat investasi aset kripto yang menjanjikan keuntungan berlipat.